Jumat, 30 November 2012

Apa Manfaat dari Sedekah !

Sedekah ?

Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa,dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah dan bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Subhanallah, inilah sekian fadhilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.


Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah lantaran memang kita banyak betul dosanya. Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan kita tertutup dari kasih sayang Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat baik terhadap Allah maupun terhadap manusia membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang sejatinya kita buat sendiri. Hidup kita pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuanNya,menawarkan kasih sayang Nya,menawarkan ridha Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan Nya.

Kamis, 29 November 2012

KISAH NYATA

Kehebatan Sedekah

Kamis kemarin, Allah telah menunjukkan sebuah kehebatan dari sedekah.
Seperti biasa setelah makan siang, saya pergi ke Masjid gedung sebelah untuk menunaikan sholat Dzuhur berjamaah. Setelah sholat berjamaah dan sebelum di akhiri dengan do’a, Imam yang memimpin sholat memberikan sebuah pengumuman dengan wajah dan nada yang kurang meyakinkan. Bahwa, ada seorang Mualaf (bapak – bapak) yang datang pada saat itu, ingin berkenalan dengan para jama’ah dan sekaligus bertujuan untuk  mengharapkan bantuan kepada para jamaah untuk pengobatan mata Bapak tersebut.

Kenapa Bapak Imam seperti itu?
Karena dahulu memang pernah ada juga mualaf yang membawa beserta 2 anaknya pada waktu Jum’atan datang dan mengharap bantuan dari jamaah. Bapak mualaf tersebut, ternyata juga pernah meminta bantuan di salah satu masjid di kawasan Bekasi dan memang jamaah tersebut merupakan karyawan dari Masjid di gedung sebelah. Begitu sang mualaf datang menghampiri jamaah tersebut, mualaf tersebut pun di tanya oleh Bapak tersebut yang mengatakan :

"Bapak masih inget saya, yang setahun lalu memberikan bantuan kepada Bapak? Dan Bapak datang kesini dengan membawa data mualaf berbeda tahun dengan data Bapak dahulu?". Begitu Bapak jamaah tersebut selesai bertanya, sang mualaf langsung ngacir keluar Masjid. Dan selidik2, ternyata itu merupakan kasus penipuan yang mengatas namakan Mualaf.

Mungkin hal tersebut yang mendasarai Sang Imam bersikap seperti itu. Dan hal ini jugalah yang mempengaruhi pikiran saya menjadi kurang yakin. Akhirnya sayapun melaksanakan sholat ba’da Dzuhur. Di dalam sholat pikiran terus berkecamuk (antara membantu atau tidak, yang memang di kantong tinggal uang tinggal satu2nya yang akan saya pakai untuk perjalanan pulang), yang sesekali melihat Bapak Mualaf berjalan mengelilingi jamaah yang telah melaksanakan sholat yang mengharapkan bantuan, tapi tidak mendapatkan sepeserpun, yang akhirnya Bapak tersebut duduk di sebelah saya. Sebelum sholat saya selesai, sayapun melihat ada sesekali jamaah yang mulai keluar Masjid, menghampiri Bapak tersebut dan memberikan sedekah. Dalam pikiran saya masih saja kacau balau dan akhirnya saya memutuskan dan meniatkan untuk memberikan sedekah meskipun hanya tersisa uang tersebut, dengan menghilangkan kekawatiran mengenai kejadian yang terdahulu, dan meyakinkan bahwa bantuan ini merupakan keikhlasan karena Allah Ta’ala, entah Bapak Mualaf ini benar atau tidak.

Sayapun kembali ke kantor dan memulai kerja seperti biasa. Sampai saat hendak pulang kantor, saya menghampiri ruangan server. Sebelum pulang saya di beritahu temen bersebelahan bangku kalau istri saya habis telephon mencari saya. Sayapun telephone balik. Inti dari percakapan bahwa, istri saya berpesan kalau pulang mampir minta untuk di belikan makanan favoritnya dan sayapun memberitahu saya gak pegang money babar blass. Selesai bicara saya melihat  ada penampakan laptop yang memang telah selesai saya reformasi. Sayapun mengembalikan kepada yang punya, yang memang temen kantor juga. Saya tidak menyangka sang temen memberikan imbalan atas kerja mereformasi laptop. Dan imbalannya sebesar 5x apa yang telah saya sedekahkan. Dan saya baru menyadari di parkiran kalau bensin motor juga hampir habis (dalam pikiran saya Alhamdulillah, ini bensin gak kawatir lagi kalau sampai habis).

Akhirnya saya pulang menembus banyak kemacetan Jakarta yang berencana untuk mampir juga ke tempat pesanan Sang Istri sebagai kejutan, dengan pikiran yang masih membayangkan sedekah pada hari itu, yang sampai2 saya hampir kelupaan untuk mengisi bensin. Dan hal yang tidak saya sangka penunjuk digital bahan bakar gak turun2. Padahal sesuai jarak yang biasa saya tempuh dan banyaknya kemacetan di jalan, penunjuk bahan bakar harusnya sudah turun dan blink2. Ternyata Allah telah menunjukkan kebesarannya pada hari itu juga. Subhanalloh.

Inilah sebuah kehebatan sedekah. Dan Alloh pun langsung menunjukkan Kekuasaan dan Kebesaran-Nya pada saat itu juga. Alloh hu akbar.