Kehebatan Sedekah
Kamis kemarin, Allah telah menunjukkan sebuah kehebatan dari sedekah.
Seperti biasa setelah makan siang, saya pergi ke Masjid gedung
sebelah untuk menunaikan sholat Dzuhur berjamaah. Setelah sholat
berjamaah dan sebelum di akhiri dengan do’a, Imam yang memimpin sholat
memberikan sebuah pengumuman dengan wajah dan nada yang kurang
meyakinkan. Bahwa, ada seorang Mualaf (bapak – bapak) yang datang pada
saat itu, ingin berkenalan dengan para jama’ah dan sekaligus bertujuan
untuk mengharapkan bantuan kepada para jamaah untuk pengobatan mata
Bapak tersebut.
Kenapa Bapak Imam seperti itu?
Karena dahulu memang pernah ada juga
mualaf yang membawa beserta 2 anaknya pada waktu Jum’atan datang dan
mengharap bantuan dari jamaah. Bapak mualaf tersebut, ternyata juga
pernah meminta bantuan di salah satu masjid di kawasan Bekasi dan memang
jamaah tersebut merupakan karyawan dari Masjid di gedung sebelah.
Begitu sang mualaf datang menghampiri jamaah tersebut, mualaf tersebut
pun di tanya oleh Bapak tersebut yang mengatakan :
"Bapak masih inget
saya, yang setahun lalu memberikan bantuan kepada Bapak? Dan Bapak
datang kesini dengan membawa data mualaf berbeda tahun dengan data Bapak
dahulu?". Begitu Bapak jamaah tersebut selesai bertanya, sang mualaf
langsung ngacir keluar Masjid. Dan selidik2, ternyata itu merupakan
kasus penipuan yang mengatas namakan Mualaf.
Mungkin hal tersebut yang mendasarai Sang Imam bersikap seperti itu.
Dan hal ini jugalah yang mempengaruhi pikiran saya menjadi kurang yakin.
Akhirnya sayapun melaksanakan sholat ba’da Dzuhur. Di dalam sholat
pikiran terus berkecamuk (antara membantu atau tidak, yang memang di
kantong tinggal uang tinggal satu2nya yang akan saya pakai untuk
perjalanan pulang), yang sesekali melihat Bapak Mualaf berjalan
mengelilingi jamaah yang telah melaksanakan sholat yang mengharapkan
bantuan, tapi tidak mendapatkan sepeserpun, yang akhirnya Bapak tersebut
duduk di sebelah saya. Sebelum sholat saya selesai, sayapun melihat ada
sesekali jamaah yang mulai keluar Masjid, menghampiri Bapak tersebut
dan memberikan sedekah. Dalam pikiran saya masih saja kacau balau dan
akhirnya saya memutuskan dan meniatkan untuk memberikan sedekah meskipun
hanya tersisa uang tersebut, dengan menghilangkan kekawatiran mengenai
kejadian yang terdahulu, dan meyakinkan bahwa bantuan ini merupakan
keikhlasan karena Allah Ta’ala, entah Bapak Mualaf ini benar atau tidak.
Sayapun kembali ke kantor dan memulai kerja seperti biasa. Sampai
saat hendak pulang kantor, saya menghampiri ruangan server. Sebelum
pulang saya di beritahu temen bersebelahan bangku kalau istri saya habis
telephon mencari saya. Sayapun telephone balik. Inti dari percakapan
bahwa, istri saya berpesan kalau pulang mampir minta untuk di belikan
makanan favoritnya dan sayapun memberitahu saya gak pegang money babar
blass. Selesai bicara saya melihat ada penampakan laptop yang memang
telah selesai saya reformasi. Sayapun mengembalikan kepada yang punya,
yang memang temen kantor juga. Saya tidak menyangka sang temen
memberikan imbalan atas kerja mereformasi laptop. Dan imbalannya sebesar
5x apa yang telah saya sedekahkan. Dan saya baru menyadari di parkiran
kalau bensin motor juga hampir habis (dalam pikiran saya Alhamdulillah,
ini bensin gak kawatir lagi kalau sampai habis).
Akhirnya saya pulang
menembus banyak kemacetan Jakarta yang berencana untuk mampir juga ke
tempat pesanan Sang Istri sebagai kejutan, dengan pikiran yang masih
membayangkan sedekah pada hari itu, yang sampai2 saya hampir kelupaan
untuk mengisi bensin. Dan hal yang tidak saya sangka penunjuk digital
bahan bakar gak turun2. Padahal sesuai jarak yang biasa saya tempuh dan
banyaknya kemacetan di jalan, penunjuk bahan bakar harusnya sudah turun
dan blink2. Ternyata Allah telah menunjukkan kebesarannya pada hari itu
juga. Subhanalloh.
Inilah sebuah kehebatan sedekah. Dan Alloh pun langsung menunjukkan
Kekuasaan dan Kebesaran-Nya pada saat itu juga. Alloh hu akbar.